Infrastruktur

Diduga Tak Kuat Menahan Ekskavator, Jalan di Pulogadung Ambles Sejak Maret 2026

Jakarta, Bincang.id – Jalan Cinta yang berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, mengalami ambles cukup parah dan mengganggu aktivitas warga. Kerusakan tersebut diduga dipicu beban alat berat jenis ekskavator yang digunakan dalam proyek pengerukan Kali Sunter.

Akibat kerusakan itu, akses jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar enam meter kini menyisakan kurang dari satu meter yang masih dapat dilalui warga. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat tidak lagi bisa melintas, sementara pengguna sepeda motor harus ekstra hati-hati.

Ketua RT 11/RW 03, Warjo Prianto, mengatakan pihak pengurus lingkungan sebenarnya telah mengingatkan pelaksana proyek sebelum kerusakan terjadi. Menurutnya, warga meminta agar pengerukan kali menggunakan ekskavator apung agar tidak membebani badan jalan.

“Sebelum kejadian kami sudah berkoordinasi dengan Pak RW, pihak kelurahan, dan Suku Dinas Sumber Daya Air. Kami juga sudah menyampaikan agar menggunakan beko apung,” ujar Warjo saat ditemui di lokasi, Senin (6/7/2026).

Namun, kata Warjo, usulan tersebut tidak diterapkan. Sejak Maret 2026, badan jalan mulai mengalami retakan yang kemudian semakin melebar hingga akhirnya ambles.

Selain menghambat mobilitas warga, kondisi jalan yang rusak juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Warga mengaku telah terjadi beberapa insiden pengendara sepeda motor yang terjatuh saat melintasi ruas jalan tersebut.

Kerusakan juga berdampak pada fasilitas di sekitar lokasi. Pos keamanan RT yang berada di dekat titik ambles dilaporkan mengalami retak-retak akibat pergeseran tanah.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, petugas telah memasang water barrier di sekitar lokasi guna membatasi akses kendaraan. Meski demikian, warga menyebut jalur yang tersisa semakin sempit sehingga hanya dapat dilalui secara bergantian.

Karena tidak lagi dapat digunakan kendaraan roda empat, sebagian ruas jalan yang ambles kini dimanfaatkan sementara oleh warga untuk menjemur hasil panen dan meletakkan tanaman hias.

Warjo mengatakan kerusakan jalan tersebut telah berlangsung sekitar lima bulan tanpa adanya perbaikan permanen. Selama itu, warga hanya mampu melakukan penanganan sederhana secara swadaya untuk mengurangi kerusakan di beberapa titik.

Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama instansi terkait segera mengambil langkah perbaikan agar kondisi jalan tidak semakin memburuk dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti amblesnya jalan maupun rencana penanganan kerusakan tersebut.

Report: Ferdi

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker